Kategori: Musik

Peran Alat Musik Timpani

Pernahkah anda mendengar tentang alat musik Timpani? Beberapa orang mungkin saja pernah melihat instrument musik ini namun belum pernah memainkannya dan tidak mengetahui nama instrument musik ini. Seperti yang kita ketahui ada banyak sekali jenis instrument musik yang ditawarkan kepada kita. Lalu apa itu Timpani? Anda bisa mengetahui lebih lanjut tentang instrument musik ini dengan membaca informasi di bawah ini.

timpani

Timpani untuk Orkestra

Alat musik Timpani ini adalah salah satu instrument musik dalam speaker orkestra. Instrumen musik ini dibuat dengan tampilan yang gagah. Anda yang suka melihat seni pertunjukkan orksetra mungkin masih bingung dimana letak dari instrument musik ini. Timpani sendiri letaknya adalah di bagian belakang. Timpani sendiri diletakkan di bagian depan karena ukurannya yang besar. Timpani ini akan membantu anda untuk memberikan aksen yang sangat kuat dan juga memberikan sumbangan karena moblil telah dipakai. Setelah anda mengetahui tentang instrument musik ini, ada baiknya anda mengetahui bagaimana cara memainkan Timpani.

Cara Memainkan Timpani

Bentuk Timpani ini sendiri sangat unik. Orang Amerika biasanya menyebut instrument musik ini sebagai half egg karena bentuknya yang memang mirip dengan telur. Di Perancis, instrument musik ini dikenal dengan nama timbale atau timpani sedangkan untuk orang Inggris, instrument musik ini lebih dikenal sebagai ketel drum. Bentuknya yang besar membuat anda tentu harus mempunyai tempat khusus yang agak lebih lebar. Untuk bermain instrument musik ini, anda hanya perlu memukul instrument musik ini dengan menggunakan mallet. Timpani biasanya akan dimainkan beberapa kal saja. Instrumen musik ini sendiri ditawarkan dengan lima macam timpani berdasarkan ukuranya. Ukuran dari yang paling kecil adalah 20 inchi. Untuk bisa bermain dengan baik anda harus mempelajarinya sungguh-sungguh. Ada baiknya anda juga mengambil les atau kursus bermain Timpani. Anda biasanya akan mengetahui bedanya ketika anda mencoba memainkan instrument musik. Instrumen musik tersebut juga bisa ditemukan dengan mudah. Anda yang masih ingin membeli dengan harga murah tidak perlu khawatir karena ada beberapa toko yang menyediakan instrument musik dengan harga terjangkau namun kualitasnya sangat baik. Ini saatnya anda bermain alat musik timpani.

Iklan

Mengenal Alat Musik Karinding dan Perkembangan Karinding

Alat musik karinding termasuk alat musik tradisional Indonesia yang mungkin hampir tidak di ketahui oleh masyarakat Indonesia kecuali di daerah asalnya. Namun tetap saja karinding merupakan bagian dari budaya tradisional bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan keberadaannya. Dalam artikel kali ini kita akan belajar mengenai alat musik tradisional yang satu ini serta perkembangannya dari fungsi pertamanya hingga kini.

Alat Musik Karinding

Karinding sebenarnya merupakan alat musik tradisional suku Sunda dan alat musik tradisional yang satu ini terdiri dari 3 buah bagian. Bagian-bagian tersebut antara lain bagian ujung kanan, bagian ujung kiri dan bagian ruas tengah. Bagian pertama yaitu bagian di sebelah ujung kanan merupakan bagian yang biasanya diketuk oleh pemain alat musik karinding yang akan menciptakan suatu resonansi di ruas bagian tengah. Bagian kedua yaitu bagian tengah biasanya sangat tipis dan merupakan bagian guratan pada bambu yang akan bergetar ketika pemain mengetuk karinding menggunakan jari di ujung kanan tadi. Bagian ketiga atau bagian ujung kiri merupakan bagian untuk pegangan pemain karinding.

Sejarah dan Perkembangan Alat Musik Karinding

Pada awal penciptaannya, alat musik karinding sebenanrnya digunakan oleh para petani untuk menakut-nakuti hama sehingga hama akan pergi dari tanaman mereka. Hal ini dikarenakan karinding memiliki suara dengan karakter yang unik seperti sebuah dengungan dengan nada yang desibelnya rendah. Awalnya, alat musik karinding ini digunakan mulai dari zaman kerajaan Padjadjaran. Hingga sekarang, alat musik karinding bukan hanya digunakan untuk mengusir hama saja namun juga untuk mengiringi beberapa acara adat dari masyarakat Sunda.

Cara Memainkan Alat Musik Karinding

Sebenarnnya, cara untuk memainkan alat musik karinding juga tidak terlalu sulit yaitu biasanya pemain karinding akan menempelkan mulut mereka ke bagian ruas tengah dari karinding yang agak terbuka dan pemain kemudian akan mengetuk bagian kanan atau ruas kanan dari karinding menggunakan satu hari saja sehingga tercipta suatu getarab yang beraturan. Getaran ini pun kemudian diresonansi  menggunakan mulut dari pemain karinding. Menurut seorang ahli karinding, ada 4 jenis nada dari karinding yaitu iring-iringan, rereogan, gogondangan, serta tonggeret.

Belajar Bagian Badan Biola dan Leher Biola

Alat musik biola merupakan alat musik yang terdiri dari beberapa bagian yang menjadi satu kesatuan. Bagian-bagian dari alat musik biola tersebut antara lain: badan biola, leher biola, ekor biola, jembatan biola, dan juga busur biola. Namun kali ini kita hanya akan mempelajari mengenai badan biola dan juga leher biola saja.

Bagian Biola: Badan Biola

Bagian badan instrumen musik biola mungkin merupakan bagian terbesar dari sebuah biola. Badan biola inipun terdiri dari dua buah papan yang bentukanya melengkung dan kemudian disatukan oleh sebuah kayu yang biasa disebut dengan istilah iga biola. Semua bagian kayu tersebut disatukan dengan memakai lem kulit binatang, lem binatang, ataupun resin. Iga biola sendiri sebenarnya terdiri dari 4 sudut, bagian atas dan bagian bawah serta lapisan dalam yang hanya berbentuk garis tipis. Lapisan dalam berfungsi untuk menahan bentuk lekukan dari iga bola serta merupakan bagian yang digunakan untuk pengeleman. Bentuk badan biola pun terlihat sangat indah dan bila dilihat menyerupai dengan bentuk dari jam pasir.  Namun bentuk indah tersebut memiliki fungsi yaitu untuk memberikan sebuah ruang lebih bagi busur bila agar mampu bergerak dengan bebas.

Bahan pembuatan badan biola pun menggunakan berbagai mcam jenis kayu seperti kayu maple (digunakan untuk bagian samping dan belakang biola), kayu spruce (untuk permukaan biola), dan kayu utuh (untuk bagian belakang biola).

Bagian Biola: Leher Biola

Umumnya, bagian leher pada alat musik biola dibuat menggunakan bahan kayu mapel yang juga merupakan kayu yang diguanakn untuk membuat bagian samping dari badan biola dan juga bagian belakang dari badan biola.  Leher biola merupakan bagian dari alat musik tersebut yanng digenggam untuk menekan senar menghasilkan nada yang diinginkan. Oleh karena itu ada bagian yang disebut dengan papan jari yang umumnya terbuat dari bahan kayu eboni. Kayu eboni sangat cocok bagi bagian alat musik berawai yang satu ini sebab kayu tersebut memiliki karakteristik yang khas yaitu menawan, keras, dan juga awet atau tahan lama. Namun pada beberapa biola yang umurnya cukup tua ditemukan bahan kayu mapel yang digunakan untuk membuat papan jarinya yang kemudian dipernis dengan menggunakan kayu eboni.

Belajar Sejarah serta Perkembangan dari Alat Musik Kolintang

Pastinya anda pernah mendengar nama alat musik tradisional kolintang bukan? Alat musik tradisional yang satu ini memang sudah dikenal sebab biasanya alat musik tradisional Indonesia ini sudah diajarkan disekolah-sekolah dalam pelajaran kesenian mengenai alat musik tradisional. Alat musik tradisional ini pun berasal dari daerah Minahasa atau Sulawesi Utara. Mari kita lihat sejarah dan perkembangan alat musik yang satu ini. Namun sebelumnya, mari kita belajar sedikit mengenai alat musik tradisional yang satu ini.

Alat Musik Tradisional Kolintang

Kolintang merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bahan kayu. Jika dipukul maka kolintang biasanya akan mengeluarkan bunyi yang panjang. Bunyi yang dikeluarkan oleh alat musik kolintang bisa bervariasi mulai dari nada yang rendah hingga nada yang tinggi . Bahan kayu yang biasa digunakan untuk membuat alat musik tradisional dari Minahasa ini antara lain kayu kakinik, wenang, bandaran, kayu telur, dan kayu-kayu sejenisnya yang memiliki karakteristik kayu yang ringan namun padat serta memiliki serat yang susunannya membentuk garis-garis yang sejajar.

Nama kolintang pun berasal dari bunyi tang, ting, dan tong. Kata tang berarti nda tengah, kata ting berarti nada tinggi, sedangkan kata tong berarti nada rendah. Dulu orang Minahasa memanggil alat musik ini dengan nama Tong Ting Tang (maino kumolintang = mari bermain tong ting tang) dan dari situlah kemudian dikenal nama kolintang.

Sejarah Kolintang dan Perkembangannya

Awalnya kolintang hanya berupa beberapa potongan kayu yang kemudian diletakkan berjejer di kedua kaki pemain kolintang tersebut dengan posisi pemain yang duduk diatas tanah serta kedua kakinya akan lurus kearah depan. Namun, seiring perkembangan zaman, sekarang tidak ada lagi pemain yang menaruh kolintang diatas kaki mereka saat memainkannya namun akan digunakan tali ataupun dua buah batang pisang. Pada tahun 1830, yaitu semenjak zaman Pangeran Diponegoro, kolintang mulai menggunakan peti sesonator.  Dulu, kolintang diguakan oleh masyarakat Minahasa untuk memuja para arwah leluhur. Namun dengan masuknya para misionaris ke daerah Minahasa maka keberadaan Kolintang sempat menghilang selama hampir 100 tahhun. Barulah setelah masa PD II keberadaan kolintang mulai muncul kembali yan dipelopori oleh Nelwan Katuuk dan hingga sekarang, kolintang sudha mengalami banyak perubahan sehingga kita mengenal kolintang yang ada di zaman sekarang ini.

Anda bisa membeli piano berkualitas dengan merk Yamaha yang sangat terpercaya dan teruji oleh professional.