Kategori: Seni

Pegiat Kinetic Art Komune Sapu Nyere

Mungkin saja tidak beberapa orang yang tahu kehadiran mereka, beberapa pegiat kinetic art yang tergabung dalam Komune Sapu Nyere. Tetapi, siapa kira nyatanya Komune Sapu Nyere telah lakukan banyak aktivitas terutama di Cianjur. Komune Sapu Nyere yang lahir di Bandung ini telah ada di Cianjur mulai sejak 12 th. silam.

Komune Sapu Nyere adalah wadah berkumpulnya beberapa remaja Cianjur yang mempunyai ketertarikan pada art teater. Komune Sapu Nyere lahir atas inisiasi empat orang pemuda Cianjur yang waktu itu berkuliah di Bandung. Mereka yaitu Ridwansyah Gempar Galuh atau Gege lulusan Sekolah Tinggi art Indonesia (STSI) Bandung jurusan Teater, Gani Muhammad Karim lulusan Fakultas Ekonomi Kampus Padjadjaran (Unpad), Hadi Iskandar lulusan STSI jurusan Karawitan, Endang Setiawan lulusan STIE PASIM Bandung jurusan Manajemen. Walau tidak sama latar belakang pendidikan, semuanya mempunyai persamaan, yaitu kecintaan pada kinetic art.

698x418

Bermula sekitaran th. 2002, ke empat mahasiswa itu buka percakapan simpel di warung kopi tempat berdiskusi di lokasi Bojongsoang, Bandung, lalu terbesit satu ide untuk menularkan wawasan kelimuan mereka dalam satu wadah yang dinamakan Komune Sapu Nyere.

“Asal awalnya saat itu di komplek Bojongsoang, kami diakui orang-orang sekitaran untuk mengerjakan satu pementasan. Lantas terpikir, mengapa tak saya kerjakan juga di kampung halaman saya, Cianjur,” kenang salah seseorang penggagas Komune Sapu Nyere, Gani Muhammad Karim.

Alhasil, karena dedikasinya, mulai sejak kembali meniti Komune Sapu Nyere di Cianjur pada th. 2004 lantas, mereka semakin memberikan geliat dalam menumbuhkembangkan teater di Cianjur. SMAN 1 Cilaku jadi pionir yang mengerjakan ekstrakurikuler Teater di bawah binaan Komune Sapu Nyere. Mereka yang dengan cara suka-rela jadi mentor mulai sejak 2004, mulai merambah ke sekolah lain, sampai pada akhirnya, SMAK 1 Cianjur ikut berhimpun th. 2007.

“Jumlah anggotanya mungkin saja telah tak terhitung ada berapakah. Kami juga tak terpaku pada art teater saja. Saat ini berkembang, merambah serta berinovasi ke dance moderen, musik moderen, art rupa, ” tambah Gani.

Pria yang mengabdikan diri didunia pendidikan itu sampai saat ini bercita-cita menginginkan membangun satu sekolah kinetic art di Cianjur. Ia juga optimis, nantinya, Cianjur bakal mempunyai gedung kinetic art yang lebih layak serta penuhi kwalifikasi.

“Sekarang kami lebih konsentrasi dalam menghadirkan karya-karya riil kami saja. Bagaimanapun juga kita mesti senantiasa optimis. Ke depan kami berharap art teater di Cianjur makin di kenal di orang-orang luas,” harapnya.

Iklan